Dialog Lingkungan Hidup di Bali, Ganjar Kenalkan Aplikasi Jeknyong
Capres 2024 Ganjar Pranowo menghadiri acara Maju Bersama Ganjar (Mabar) bersama 500 milenial dan generasi Z di Denpasar. Dalam acara tersebut Ganjar mengenalkan aplikasi Jeknyong untuk pengelolaan sampah .
Dalam acara tersebut, Ganjar
berdialog bersama sejumlah tokoh muda di Bali. Salah satunya Putri Lingkungan
Hidup 2020 Putu Ayu Saraswati. Dengan Ayu, Ganjar berdialog tentang tanggung
jawab menjaga kebersihan lingkungan hidup . Terlebih saat ini masih banyak
masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Untuk membereskan masalah itu, Ganjar mengenalkan aplikasi Jeknyong. Aplikasi tersebut mengintegrasikan layanan daur ulang pengelolaan sampah dengan konsep ojek online (ojol). Apliakasi yang sudah digunakan di Banyumas ini bertujuan mendukung kebersihan lingkungan hidup lewat pengolahan sampah. Gubernur Jateng itu mengatakan, aplikasi ini sudah dilengkapi teknologi artificial intelligence (AI).
“Kalau kamu googling di Banyumas itu ada aplikasi namanya Jeknyong, itu cara ngolah sampah. Jadi dia itu menjemput terus ada yang dibeli, ditimbang. Jadi kalau dia maumemilah(sampah) dari rumah, terus dia masukan ke aplikasi ini, dia akan dijemput satu-satu,” kata Ganjar di Kebon Vintage Cars Bali Classic, Denpasar, Sabtu (17/6/2023).
Hingga kini sistem aplikasi Jeknyong terus diperbaharui untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Jeknyong juga sudah mendapat suntikan dana Rp80 miliar dari investor sebagai dana pengembangan aplikasi. Ganjar mengajak Ayu untuk mengenalkan aplikasi-aplikasi semacam Jeknyong agar semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap pengelolahan sampah. Tujuannya agar lingkungan hidup bisa terus lestari.
“Ayu ini bisa diajak untuk mendorong kawan-kawan untuk semakin peduli pada kebersihan, ngolah sampah, dan seterusnya,” tandasnya. Sementara itu, Ayu mengapresiasi aplikasi Jeknyong yang dipakai untuk menjaga lingkungan hidup di wilayah Jateng. Menurut Ayu, aplikasi sejenis bisa digunakan masyarakat sampai tingkat desa. Ayu pun mencontohkan pengalamannya saat ikut kegiatan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pada kegiatan itu Ayu mengunjungi
beberapa daerah di Indonesia untuk mengolah tanah bekas tambang menjadi lahan
produktif. Konsep kegiatan itu serupa dengan aplikasi Jeknyong. Menurut Ayu,
hal terpenting untuk keberhasilan pengelolahan lingkungan hidup semacam ini
adalah bertanya tentang kebutuhan masyarakat setempat.
