3 Alasan Kekecewaan Ganjar Setelah FIFA Batalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku turut kecewa Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia.
3 Alasan Kekecewaan Ganjar
1. Sudah Dipersiapkan Sejak Lama
"Ya kecewa lah, kita sudah siapkan sejak awal kok. Kan tinggal beberapa catatan saja yang bisa kita lakukan," jelas Ganjar kepada wartawan saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (30/3).
"Kalau boleh sampaikan, di awal-awal yang berkomunikasi sebelum saya ber-statement kepada seluruh kementerian termasuk PSSI adalah peluang-peluang co-host. Sehingga relasi antarnegara, konstitusinya terpegang, olahraga berjalan," ungkapnya.
Ia juga menyinggung cuitan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Ganjar berharap akan ada keputusan lagi seperti rencana B dan C yang dicuitkan Gibran.
"Satu kata yang saya sampaikan tunggu keputusan satu tahap lagi, kalau bahasanya Mas Gibran di Twit-nya, ada plan B dan plan C. Mudah-mudahan November ada keputusan yang baik untuk kita semua," ujarnya.
3. Piala Dunia U-20 Masih Bisa Sukses Tanpa Israel
Berikut tiga alasan kekecewaan Ganjar usai Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia, meski sebelumnya ia menolak kehadiran Timnas Israel di ajang ini.
"Sehingga penyelenggaraan Piala Dunia U-20 bisa dilakukan tanpa mengorbankan komitmen panjang kita untuk mewujudkan Palestina merdeka. Serta, tetap menjaga kedamaian sosial-politik di dalam negeri Indonesia," imbuhnya.
"Dalam konteks (Piala Dunia) U-20 kami mendorong upaya-upaya yang mesti dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini menerobos agar U-20 tetap sukses tapi tidak menghadirkan Israel," jelas Ganjar dalam keterangan tertulis, Kamis (23/3).
