Ganjar Pranowo Siap Lanjutkan IKN-Hilirisasi Industri
Puncak
perayaan Bulan Bung Karno bukan hanya momentum untuk memperingati sosok sang
proklamator. Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 ribu orang itu juga menjadi
momentum konsolidasi bagi PDI Perjuangan (PDIP) menjelang Pemilu 2024. Pejabat
struktural PDIP dari berbagai level kepengurusan memerahkan Stadion Utama
Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, sejak pagi hingga sore hari
kemarin (24/6). Mulai tingkat pimpinan anak ranting (PAR) hingga dewan pimpinan
pusat (DPP).
Konsolidasi
di internal PDIP ditandai dengan dipamerkannya kekompakan Ganjar Pranowo dan
Puan Maharani kepada ribuan kader. Seperti diketahui, sebelumnya internal PDIP
sempat terbelah dalam pilihan calon presiden (capres). Saat berpidato, Puan
menarik Ganjar ke panggung. Di situ keduanya memperlihatkan keakraban. Puan dan
Ganjar bergandeng tangan dan mengacungkan salam metal tiga jari bersama-sama.
Dalam pidatonya, Puan menyebut Ganjar sebagai
sosok yang istimewa. ”Paling tidak buat Mbak Puan, calon presiden dari PDI
Perjuangan Ganjar Pranowo,” ucap Puan yang disambut riuh puluhan ribu kader.
Ketua DPP PDIP itu mengajak semua kader untuk memenangkan gubernur Jawa Tengah
tersebut dalam kontestasi pilpres. Bukan hanya itu, Puan juga memberikan jatah
panggungnya untuk Ganjar menyapa kader. Di situ Ganjar lantas memuji Puan
sebagai sosok yang paling berjasa memenangkannya di pemilihan gubernur Jawa
Tengah.
”Insya Allah kita akan mengulang di 2024,”
ucapnya. Di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga hadir dalam acara
itu, Ganjar menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan infrastruktur
hingga hilirisasi. Hal tersebut penting untuk mewujudkan salah satu visi
Soekarno. ”Hilirisasi industri yang akhirnya kita diperhitungkan dunia,”
ujarnya. Kemudian, ada juga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan
semangat pemerataan. Tidak hanya memindahkan tempat, tapi juga pola pikir
(mindset) sebagai negara maju. Ganjar mengingatkan para kader untuk sama-sama
mempertahankan sekaligus melanjutkan. Itu semua, lanjut dia, dapat terus
terlaksana jika PDIP berhasil menang pemilu dan memenangkan capresnya.
”Bapak-Ibu, itu tidak akan terwujud kalau kita
tidak kompak. Maka, pesan Bu Mega (sapaan Ketua Umum PDIP Megawati
Soekarnoputri, red) kepada kita semuanya, agar kita bisa bersatu,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga sempat menyampaikan dedication of life.
Dia mengulangi apa yang dilakukan Jokowi pada 2013 sebelum mengikuti Pilpres
2014. Sementara itu, Megawati membakar semangat para kader PDIP selama sekitar
30 menit. Dia banyak mengingatkan ajaran Bung Karno hingga arahan terkait
soliditas partai untuk 2024. Dalam menghadapi pemilu, Mega menginstruksi kader
turun ke lapangan.
Dengan turun ke lapangan, kader PDIP akan mendengar dan
memahami keinginan rakyat. Putri Soekarno itu bahkan mengingatkan kader untuk
menerima konsekuensi jika tidak mengikuti instruksinya. ”Siapa nanti yang tidak
turun, ibu tahu. Sangat tahu. Jadi, orang yang seperti itu hanya ada dua.
Mundur sukarela atau nanti ada aturannya,” tegas Mega. Adapun untuk pilpres,
presiden ke-5 RI tersebut menginstruksikan agar kader total memenangkan Ganjar.
Kemenangan Ganjar, jelas Mega, akan memberi jaminan keberlanjutan program
pemerintahan. ”Pak Ganjar Pranowo akan terus berjuang bersama Presiden Jokowi
di dalam mendayagunakan bonus demografi bagi percepatan kemajuan bangsa,”
tuturnya.
Megawati juga meminta publik untuk cermat dalam memilih pemimpin. Dia
mengingatkan untuk tidak memilih karena alasan fisik. ”Kalau pemimpin itu
sebenarnya mesti dilihat lahir batin, jangan fisik saja,” katanya. Menurut
Mega, menjadi seorang pemimpin harus punya pengalaman. Baik di level eksekutif
maupun legislatif. Dari situ rekam jejaknya akan terlihat. Selain itu, yang
tidak kalah penting, pemimpin harus mengakar ke bawah, dekat dengan masyarakat,
dan bisa menjiwai keinginan rakyat. ”Ini yang paling penting, mengakar pada
akar rumput,” sambung dia. Sementara itu, dari jajaran partai politik, sejumlah
tokoh hadir. Khususnya petinggi partai yang sudah mendeklarasikan dukungan
untuk Ganjar. Mereka adalah Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum Perindo Hary
Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Oesman Sapta Odang. Di
luar itu, ada juga utusan dari partai koalisi pendukung pemerintah. Yakni Wakil
Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Sementara itu, Partai Gerindra yang tengah
berduka karena salah satu kadernya, Desmond J Mahesa, wafat tidak hadir. Kepada
mereka, Mega sempat menggoda soal sikap politiknya. Meski membuka pintu untuk
bergabung, Mega akan menunggu dan menghormati sikapnya. ”Lagi mikir-mikir dulu
dah. Tapi, ya saya bilang ndak papa, mau ikut boleh, ndak ikut ya gak papa,”
selorohnya. Presiden Jokowi tidak berbicara banyak terkait Pemilu 2024. Dia
hanya menyampaikan pesan kepada kader partai untuk memperhatikan arahan yang
disampaikan Megawati. ”Saya tidak usah mengulang. Saya hanya ingin
menyampaikan, selamat berjuang, semangat berjuang untuk menang,” ujarnya.
Jokowi juga mengingatkan semua peserta pemilu untuk menjaga persatuan.
Sementara itu, salah seorang tamu yang datang dalam acara kemarin adalah mantan
Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa. Andika disebut-sebut sebagai salah
satu kandidat tim pemenangan Ganjar.
Saat dikonfirmasi, Andika menegaskan
kesiapannya. "Siap kalau ditugaskan," ujarnya. Namun, dia mengakui,
belum ada keputusan terkait hal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menunggu
sampai ada kejelasan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Andika sebagai
sosok yang dekat dengan Megawati. Namun, untuk kepastian ketua tim pemenangan
Ganjar, Hasto enggan terburu-buru. Terlebih, saat ini sosok cawapres belum
ditetapkan. Soal progres penetapan cawapres, Hasto menyebut masih dalam pembahasan.
Akan ada musyawarah lanjutan antarparpol yang mendukung Ganjar. ”Kita juga
mendengarkan suara rakyat, siapa yang paling cocok mendampingi,” pungkasnya.
