Tembus 40 Persen! Survei Simulasi 3 Capres Litbang Kompas, Ganjar Lampaui Prabowo dan Anies!
Beredar hasil survei terbaru versi Litbang Kompas, yang kembali menempatkan Anies Baswedan di posisi buncit dengan hanya 23,2 persen. Angka yang cukup bikin prihatin kubu Koalisi Perubahan, jika melihat jarak yang cukup jauh dengan Ganjar Pranowo yang menyentuh 40 persen, sedangkan sisanya 36,8 persen milik Prabowo Subianto.
Hasil survei Litbang Kompas edisi Mei 2023 itu pun mendapati bahwa ada kenaikan signifikan dari Prabowo Subianto, yang sebelumnya di bawah 30 persen, sedangkan Ganjar Pranowo naik tipis, dan Anies Baswedan kembali turun.
Perolehan persentase
elektabilitas ini tentu setidaknya menimbulkan reaksi yang berbeda dari ketiga
kubu masing-masing tokoh tadi, karena kalau dibiarkan dan tidak direspons
dengan tepat, maka elektabilitas mereka akan turun, terutama Anies yang semakin
menyedihkan.
Kubu Koalisi Perubahan
tampaknya kudu memutar otak dan memeras keringat lebih kalau mau menaikkan
elektabilitas Anies yang semakin tertinggal. Cara-cara kamuflase dengan
menggambarkan Anies sebagai sosok yang santun, toleran, dan tidak menyerang
kandidat lain tampaknya tidak efektif, karena publik sudah membaca adanya niat
terselubung di sana.
Jadi,, bersiaplah untuk melihat
munculnya strategi kampanye yang lebih agresif dari kubu ini, baik lewat opini
para elit partai, kader dan pendukung fanatik, hingga eks Wapres RI Jusuf Kalla
yang akan semakin terang-terangan mendukung Anies.
Jangan lupa pula bahwa potensi
perpecahan koalisi masih mungkin terjadi, dengan manuver Gerindra atau Golkar
yang bergerilya ingin mengajak Demokrat bergabung. Sementara PKS, biarkan saja
kembali menjadi oposisi setidaknya lima tahun lagi, dengan tetap berteman sama
Nasdem.
Prabowo, yang pada tulisan
sebelumnya saya sebut sudah kehilangan momentum emas (karena kesempatan terbaik
datang pada 2014), kini mungkin akan mengincar the
last chance yang jika hanya dilihat dari elektabilitas memang
bisa menjadi alasan kuat untuk bertarung pada Pilpres 2024 nanti.
Namun, bagi saya secara usia
dan kondisi fisik, kekuatan Prabowo agak meragukan untuk bisa memimpin negeri
ini dengan kondisi prima selama lima tahun. Kalau ada apa-apa di tengah periode
kepemimpinan bagaimana? Artikan sendiri ya.
Meskipun begitu, dengan niat
dan semangat yang tampaknya tidak terbendung, sukar bagi kita untuk berharap
Prabowo batal maju sebagai capres, kecuali ada something
big happen, yang membuat Prabowo berubah pikiran.
Terakhir, ada Ganjar Pranowo
dan kubu PDI Perjuangan, yang praktis sampai hari ini baru didukung oleh Hanura
dan PPP, tapi masih perlu berjuang meyakinkan publik agar melirik Ganjar
Pranowo, terutama dari kalangan relawan, pemilih Jokowi, dan swing voters yang masih cukup besar karena ada di
kisaran 10-12 persen.
Namun, masa pendaftaran masih
lama dan peta politik masih bisa berubah. Apalagi kita tahu masih ada kasus
korupsi BTS yang menimpa Sekjen Nasdem Johnny Plate, yang kalau sampai
"bernyanyi" karena nggak mau dibui sendiri potensi terjadi goncangan
politik terutama di kubu Koalisi Perubahan akan terjadi. Bersiaplah, Pak Paloh!
