Ganjar Pranowo Selalu Top Tier dalam Lembaga Survei!


Nama Ganjar Pranowo meramaikan bursa calon Presiden di Pemilu 2024. PDIP mengakui nama Ganjar sebagai kader potensial. Meskipun keputusan akhir ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Potensi dan kans Ganjar bisa terlihat dari survei capres setahun terakhir. Gubernur Jawa Tengah ini konsisten berada di tiga besar kandidat Capres. Artikel ini bakal menyajikan tren paling baru elektabilitas Ganjar dan akan terus diperbarui.

Kami memotret perkembangan elektabilitas Ganjar Pranowo yang disajikan 5 lembaga survei yakni Indikator Politik, Poltracking, Charta Politika, SMRC dan Litbang Kompas. Berikut update terkini elektabilitas Ganjar:


UPDATE HASIL SURVEI GANJAR PRANOWO:

April 2023

Indikator Politik Indonesia

- Ganjar memperoleh 19,8 persen

Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC)

Ganjar mendapatkan dukungan 16,5 persen (simulasi tertutup)

Ganjar memperoleh 24,3 persen (simulasi terbuka)

Lembaga Survei Indonesia (LSI)

- Ganjar memperoleh 26,9 persen

Maret 2023

-Indikator Politik

Ganjar memperoleh 36,8 persen

- SMRC

Ganjar Pranowo 35,2 persen

Tidak tahu/tidak menjawab ada 12,9 persen

Februari 2023

Simulasi Head to Head

Litbang Kompas melakukan survei pada 25 Januari-4 Februari 2023. Ada tiga tokoh dengan tingkat elektabilitas paling tinggi sebagai capres: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Head to Head Ganjar vs Prabowo

Ganjar Pranowo: 56,7 persen

Prabowo Subianto: 43,3 persen


Head to Head Ganjar vs Anies

Ganjar Pranowo: 60,2 persen

Anies Baswedan: 39,8 persen


Januari 2023

- Litbang Kompas

Ganjar Pranowo 25,3 persen, meningkat dari 23,3 persen pada Oktober 2022

Desember 2022


- Charta Politika

Ganjar Pranowo 31,7 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 6,8 persen


- Indikator Politik

Ganjar Pranowo 29,5 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 9,3 persen


- SMRC

Ganjar Pranowo 26,5 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 14,4 persen


November 2022

- Poltracking

Ganjar Pranowo 28,3 Persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 9,1 persen


- Charta Politika

Ganjar Pranowo 32,6 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 5,0 persen


- Indikator Politik

Ganjar Pranowo 25,9 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 9,2 persen


- SMRC

Ganjar Pranowo 26,7 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 33,4 persen


Oktober 2022

- SMRC

Ganjar Pranowo 24,0 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 11,1 persen


- Litbang Kompas

Ganjar Pranowo 23,2 persen


September 2022

- Indikator Politik

Ganjar Pranowo 29,0 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 8,1 persen


Agustus 2022

- Poltracking

Ganjar Pranowo 22,1

Tidak tahu atau tidak menjawab 16,5 persen


- SMRC

Ganjar Pranowo 25,5 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 32,4 persen


- Charta Politika

Ganjar Pranowo 31,2 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 6,1 persen


- Litbang Kompas

Ganjar Pranowo 22 persen


Mei 2022

- Poltracking

Ganjar Pranowo 24,8 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 15,9 persen


- SMRC

Ganjar Pranowo 22,5 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 47,3 persen


April 2022

- Charta Politika

Ganjar Pranowo 26,6 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 6,9 persen


- Indikator Politik

Ganjar Pranowo 26,6 persen

Tidak tahu atau tidak menjawab 10,1 persen


Januari 2022

- Litbang Kompas

Ganjar Pranowo 20,5 persen.


Kisah Hidup Ganjar Pranowo

Lahir di Karang Anyar, 28 Oktober 1968, Ganjar Pranowo dikenal sebagai sosok yang cerdas, percaya diri, dan pintar bicara. Pria lulusan Universitas Gajah Mada yang aktif berorganisasi sejak mahasiswa tahun 1992 ini sebelumnya adalah anggota Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di zaman Orde Baru.

Namun, setelah Suryadi memimpin dan menyingkirkan Megawati Sukarnoputri, ia memutuskan untuk keluar dari partai berlambang banteng tersebut.

Ganjar lantas serius menerjuni bisnisnya sebagai konsultan sumber daya manusia. Di samping itu, ia juga banyak belajar dari ikon-ikon politik tanah air termasuk Megawati dan Soetardjo Serjogoeritno, yang kian mempertajam kemampuan intelektualnya.

Dari situ, suami Siti Atikoh Supriyanti yang hobi mendengarkan rock semacam Dream Theater, Metallica, dan Led Zeppelin untuk menghilangkan stres ini semakin mantap untuk bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersama Megawati.

Dia bahkan melakukan dilantik jadi kader PDIP di awal 2003. Sebelum akhirnya menjadi kandidat dalam pemilu legislatif di tahun 2004 dari daerah pemilihan Jawa Tengah 7.

Sayangnya, Ganjar kalah tipis. Namun setelah kandidat di atasnya terpilih sebagai duta besar, ia pun menggantikan posisi tersebut dan duduk di bangku DPR RI Komisi IV.

Kegigihan dan keberanian untuk bersuara menjadikan reputasinya meningkat di kancah politik. Pria yang dulunya bersekolah di SD dan SMP Kutoarjo Jawa Tengah dan menghabiskan masa SMA di BOPKRI Yogyakarta ini dinilai sebagai politikus yang berprinsip.

Ia pun terpilih lagi dalam pemilu tahun 2009 dan dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua Komisi II untuk urusan dalam negeri hingga 2014 nanti, serta panitia angket pengusutan kasus Bank Century.

September 2012, kepercayaan diri ayah satu anak yang juga aktif menekuni pekerjaan lainnya baik di kantor hukum dan bisnis seperti di PT Prastawana Karya Samitra dan PT Semeru Realindo Inti ini makin tinggi. Politisi yang ikut merampungkan Undang Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta itu memutuskan untuk maju dalam ajang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah dengan dukungan jajaran Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Tengah.

Ganjar merasa optimis bisa menang dalam sistem pemilihan langsung, meskipun Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih yang akan menjadi lawannya yang akan memimpin salah satu provinsi berpenduduk terpadat di Indonesia tersebut.

Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018 pada 23 Agustus 2013. Ganjar kemudian kembali menang untuk periode kedua dalam Pilgub Jateng 2018 berpasangan dengan Taj Yasin.

Harta Kekayaan Ganjar

Dalam LHKPN Tahun 2021, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tercatat memiliki harta Rp11.775.068.380 (Rp11,7 miliar) pada 2021. Sedangkan pada data LKHPN tahun 2020 berjumlah Rp 10.525.241.063 (Rp 10,5 miliar), naik sekitar sekitar Rp 1,2 miliar.

Data tahun 2021 itu, terinci untuk kategori harta Tanah dan Bangunan total Rp 2.625.827.000 (Rp 2,6 miliar). Sementara untuk harta transportasi dan mesin tercatat Rp 1.620.000.000 (1,6 miliar).

Lalu, untuk harta bergerak, harta kas dan setara kas pada tahun 2021 Ganjar tercatat punya harta bergerak lainnya Rp 705 juta serta kas dan setara kas Rp 6.823.379.630 (Rp 6,8 miliar). [noe]



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url