Ganjar Bukan Pemimpin Yang Sulit Dengan Rakyat!


 Tahu bukan tradisi nyadran yang sering dilakukan orang Jawa? Ya acara sakral itu dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan. Rangkaian acaranya ada ziarah ke makam sanak saudara hingga alim ulama, doa bersama dilanjutkan dengan makan bersama yang sering mereka sebut kondangan.

Bukan hanya warganya saja, orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga melakukan ziarah serta berdoa untuk keluarganya yang sudah wafat.

Ditemani sang istri, Siti Atikoh, Ganjar tidak hanya berziarah ke tempat orang tuanya saja tapi ia juga meluangkan waktu untuk berziarah ke makam para wali songo. Dua hari waktu yang digunakan gubernur dua periode itu untuk ziarah ke makam para Sunan.

Selama berziarah, banyak cerita menarik di setiap tempatnya. Selain mendoakan para wali, Ganjar juga bertemu dengan para warga yang sedang berziarah. Niat hati cuma ingin menyapa para warga sebagai sesama peziarah, eh malah menjadi pusat perhatian. Hingga swafoto menjadi opsi untuk mengabadikan moment bertemunya dengan gubernur Jawa Tengah itu.

Tak berhenti di situ saat berkunjung ke makam Sunan Gresik, seusai berdoa Ganjar bertemu dengan gerombolan anak-anak kecil yang juga sedang berziarah ke makam Sunan Gresik. Kemudian ia duduk dikelilingi bocah-bocah cilik berseragam itu dengan memangku salah satu anak laki-laki dari mereka.

Terlihat anteng dan tenang, bahkan saat banyak orang memotretnya si anak tidak merasa risi. Justru pandangannya hanya terkunci pada sosok siapa yang memangkunya. Saking gemasnya si bapak gubernur, diciumlah pipi gembil si bocah. Hahaha, masih terdiam lho ndak ada rewelnya sama sekali, dia nyaman saja ada didekapan Ganjar.

Beberapa orang yang melihat interaksi itu mengeluarkan banyak banyolan mengapa mata si bocah cilik hanya tertuju pada Ganjar. Mereka menebak si anak sedang mengagumi paras bapak yang menjabat jadi gubernur itu.

Ada yang mengira juga anak itu kehilangan induknya, dan sangat cocok jika si bocah dibawa pulang. Ganjar pun juga tak mau kalah, dalam postingannya ia bertanya-tanya anak siapa ini yang ada didekapannya, kalau tidak ada yang mengakuinya akan dia bawa pulang. Hehehe, bapak nanti dikira penculik lho.

Padahal biasanya anak itu susah-susah gampang dekatnya dengan orang baru, tapi beda kasus kalau dengan Ganjar. Saat beranjak menuju tempat mobilnya di parkir, anak dipangkuannya tadi masih di emban oleh sang gubernur. Ganjar membuka jok belakang mobilnya yang sudah tersedia berbagai jenis mainan di sana. Ia membagikan sejumlah mainan itu kepada anak-anak yang mengelilinginya tadi. Hahaha, jadi ceritanya bagi-bagi hadiah gitu sama bocil-bocil.

Memang di joknya itu sudah tersimpan berbagai barang baru yang siap diberikan kepada siapapun yang ia jumpai. Entah dalam perjalanan dinas, maupun saat berkeliling seperti ziarah kali ini. Bukan yang mahal-mahal tapi cukuplah ya buat kenang-kenangan, hehehe.

Itu baru satu cerita Ganjar bertemu dnegan anak-anak lucu yang wasis memanggilnya “Pak Ganjar, Pak Ganjar”, belum lagi cerita anak-anak lain yang ikut orang tuanya berziarah dan bagaimana ramainya peziarah yang mengunjungi makam para wali songo.

Setelah santer dengan kegiatan Ganjar berziarah ke Gresik Jawa Timur, kudengar juga Anies Baswedan sedang mengunjungi provinsi yang dikepalai oleh Khofifah Indar Parawansa itu. Kali ini berbeda dengan Ganjar Pranowo, tujuannya datang ke Madura untuk safari politik, dan yang paling menyebalkan masjid menjadi salah satu tujuannya untuk menjalankan aksi politiknya.

Tepatnya saat Sholat Jumat, Anies dan timnya melancarkan aksi untuk koar-koar agar banyak yang tahu keberadaanya di sana. Bapak politik identitas itu memang sangat bangga dan senang dengan kegiatan politik yang bertempat di masjid, karena dengan begitu massa mereka banyak. Dengan begitu sukses bukan misi mereka dalam bersafari politik.

Tak jarang mereka juga membuat acara dengan berbagai doorprize agar safari politik capres Nasdem itu tidak sepi dan terlihat ramai lewat pembagian kupon dengan berbagai macam hadiah. Terlihat kontras sekali ketika Anies berjalan menyusuri gang tempang tinggal warga di Surabaya.

Dalam video Anies yang dikawal timnya sangat sepi dari massa, bahkan sangat terlihat jelas rumah warga yang dilewati Anies malah tertutup rapat. Hoho, ada apa inih? Para netizen berspekulasi, kalau Anies ini digeromboli massa jika ada yang yang menarik saja, ya tadi salah satunya dengan doorprize.

Dengan begitu barulah Gayeng seperti Jateng, hahaha. Beda jauh bukan dengan kader PDIP tadi yang kedatangannya disambut oleh warga, bisa cair saja suasananya tanpa embel-embel hadiah atau sejenisnya.

Coba kalau Anies, kudu ada something buat mancing warga untuk mendekatinya dulu. Ya bagaimana, dia itu capres yang asli tidak tahu mana timing kampanye, saat disebut curi start dia malah ngeles kalo yang sebenarnya itu head start.

Kepandaiannya mencari alasan itu membuat warga Madura malas dengan pembual macam dia, akhirnya semua menutup pintu saat eks gubernur itu berjalan di gang pemukiman warga. Ya paling ramenya saat di masjid tadi, itu pun karena banyaknya jamaah yang sedang sholat Jumat.

Makanya dia bangga menerapkan politik identitas dalam pesta demokrasi, yang harus kita hindari nanti saat Pemilu 2024. Karena politik identitas itu bertentangan dengan Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika akan terbunuh dengan cara politik paling bar-bar itu.

Dari dua tokoh, yang satu capres Nasdem, satunya pemimpin yang berpotensi besar menjadi the next Jokowi, sama-sama datang ke Jawa Timur tapi tujuannya berbeda. Terlihat jelas pula mana pemimpin yang sesungguhnya, pastinya yang tahu waktu dan suasana dalam bertindak.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url